Penyakit Periodontitis

Penyakit-Periodontitis-660x355

Periodontitis adalah infeksi gusi yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi. Kondisi ini perlu segera diobati karena dapat menyebabkan gigi tanggal. Periodontitis banyak diderita pada usia remaja.

Saat terjadi periodontitis, bakteri menumpuk sebagai plak pada pangkal gigi, sehingga merusak jaringan di sekitar gigi dan menimbulkan abses gigi, serta berisiko menyebabkan kerusakan tulang.

Gejala Periodontitis

Ada beberapa jenis periodontitis, namun yang paling umum adalah periodontitis akut yang mana sebagian penderitanya adalah orang dewasa. Seseorang yang terkena periodontitis akan merasakan gejala-gejala, seperti:

– Nyeri saat mengunyah.
– Gusi berdarah dan terasa lunak jika disentuh.
– Gusi bengkak dan berwarna merah atau keunguan.
– Gusi terasa lunak jika disentuh.
– Penumpukan plak dan karang gigi pada gigi.
– Mulut terasa tidak enak dan napas menjadi bau.
– Penyusutan gusi, sehingga ukuran gigi terlihat lebih tinggi dari biasanya.
– Keluarnya nanah pada bagian yang membatasi gigi dan gusi.
– Jarak antara satu gigi dan gigi lainnya terasa renggang.
– Gigi tanggal.
– Penyebab Periodontitis

Periodontitis disebabkan oleh radang gusi yang tidak terobati. Peradangan ini dipicu oleh penumpukan plak sehingga lambat laun membentuk karang gigi sebagai media berkembangbiaknya bakteri.

Bakteri yang awalnya hanya mengiritasi bagian gusi di sekitar gigi (gingiva), lambat laun menyebabkan terbentuknya celah atau kantong pada gusi yang memisahkan antara jaringan gusi dengan gigi sehingga menyebabkan gigi mudah tanggal. Bakteri tersebut akan menginfeksi lebih dalam lagi hingga merusak jaringan dan tulang di dalam gusi.

Selain radang gusi yang tidak terobati, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena periodontitis. Di antaranya adalah merokok, obesitas, kurang gizi, konsumsi obat-obatan yang mengurangi produksi air liur, perubahan hormon seperti saat menstruasi dan kehamilan, atau penyakit-penyakit tertentu, seperti diabetes dan leukemia.

Diagnosis Periodontitis

Diagnosis periodontitis dapat ditetapkan setelah melalui pemeriksaan gigi, termasuk memeriksa adanya perdarahan akibat plak, serta mengukur kedalaman celah antara gusi dengan gigi yang melebihi 4 mm. Sedangkan untuk mengetahui tingkat kerusakan tulang akibat periodontitis, dokter akan menggunakan pemeriksaan foto Rontgen panoramik.

Pengobatan Periodontitis

Bola Deposit Pulsa Memberitahukan pengobatan periodontitis untuk mengurangi peradangan, menghilangkan celah antara gusi dan gigi, serta mengatasi penyebab peradangan gusi tersebut. Jika periodontitis belum parah, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik minum atau topikal (berupa gel atau obat kumur) untuk menghilangkan bakteri penyebab infeksi. Selain itu, scaling atau pembersihan karang gigi juga diperlukan guna menghilangkan karang gigi dan bakteri dari permukaan gigi atau bagian bawah gusi.

Jika bakteri dan plak bertumpuk di akar gigi, maka metode root planing diperlukan untuk membersihkan dan mencegah penumpukan bakteri dan karang gigi lebih lanjut, serta menghaluskan permukaan akar.

Untuk kasus periodontitis yang berat, biasanya dokter akan menerapkan prosedur operasi. Tindakan operasi yang dilakukan dapat berupa operasi untuk mengurangi kantong atau celah gusi, operasi untuk mencangkok jaringan lunak yang rusak akibat periodontitis, operasi cangkok tulang untuk memperbaiki tulang-tulang di sekitar akar gigi yang telah hancur, serta mencabut gigi yang terkena agar tidak semakin parah dan menyerang daerah lain,.

Pencegahan Periodontitis

Periodontitis bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan gigi agar terbebas dari bakteri yang menyebabkannya. Gosoklah gigi tiap selesai makan atau paling tidak 2 kali sehari, yaitu di waktu pagi hari dan malam hari menjelang tidur. Gunakan sikat gigi yang lembut, dan ganti sikat gigi setelah dipakai selama 3-4 bulan. Jangan lupa untuk membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi. Selain rajin menyikat gigi, rutinlah memeriksakan gigi ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali.

Penyakit Beri-beri

Penyakit Beri-beri

Saat belajar di sekolah, Anda mungkin sering mendengar bahwa kita harus mendapatkan cukup asupan vitamin B supaya terhindar dari penyakit beri-beri. Saking umumnya di masyarakat, penyakit ini bahkan dicap sebagai penyakit rakyat karena bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kali ini Agen judi bola deposit 50 ribu akan menjelaskan tentang penyakit beri – beri.

Apa itu penyakit beri-beri?

Beri-beri adalah penyakit yang umumnya disebabkan oleh kekurangan vitamin B1 atau tiamin. Vitamin B1 ini berfungsi sebagai koenzim pembentukan glukosa untuk menghasilkan energi dan menjaga fungsi tubuh. Sederhananya, vitamin ini berperan penting dalam proses produksi energi. Jika asupan vitamin B1 dalam tubuh tidak memadai, maka tubuh akan mudah lelah dan berisiko mengembangkan beri-beri.

Penyakit ini terdiri dari dua jenis, yaitu beri-beri basah dan beri-beri kering. Beri-beri basah memengaruhi jantung dan sistem sirkulasi tubuh, sedangkan beri-beri kering yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan kerusakan saraf dan kelumpuhan otot.

Setiap jenis penyakit beri-beri punya tanda dan gejala khasnya masing-masing. Jika dilihat satu persatu, gejala beri-beri basah meliputi:

– Napas pendek saat beraktivitas
– Terbangun di tengah malam dengan napas ngos-ngosan
– Denyut jantung meningkat
– Kaki bengkak

Sedangkan berbagai gejala beri-beri kering yaitu:

– Penurunan fungsi otot, terutama di kaki bagian bawah
– Kaki dan tangan kesemutan, sehingga sulit berjalan
– Nyeri di sekujur tubuh
– Muntah
– Sulit berbicara
– Linglung
– Gerakan mata cepat dan tidak normal (nistagmus)
– Kelumpuhan pada kaki

Selain karena kurangnya asupan makanan sumber vitamin B1, gejala penyakit beri-beri kering maupun basah sering ditemukan pada orang yang kecanduan alkohol. Pasalnya, minum alkohol terlalu banyak dapat membuat tubuh lebih sulit menyerap dan menyimpan vitamin B1.

Perlu dicatat bahwa penyakit beri-beri bisa berakibat fatal jika tidak cepat-cepat ditangani. Ini karena gejala beri-beri berkembang cepat dan lama-lama bisa menyebabkan gagal jantung, psikosis, koma, hingga kematian.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala penyakit beri-beri di atas, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter terdekat. Terlebih jika Anda mengalami:

– Hipertiroid
– Penyakit AIDS
– Mual dan muntah parah saat hamil (hiperemesis gravidarum)
– Operasi bariatrik
– Diare tak kunjung sembuh
– Minum obat diuretik
– Menjalani cuci darah karena gagal ginjal

Maka Anda berisiko tinggi mengalami defisiensi vitamin B1. Ya, Anda mungkin saja terkena penyakit beri-beri jika tidak cepat-cepat menangani gejalanya.

Tujuan utama perawatan beri-beri adalah untuk memenuhi kebutuhan vitamin B1 yang kurang dalam tubuh. Oleh karena itu, dokter akan meresepkan suplemen tiamin, baik dalam bentuk pil atau suntikan, untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin B1 harian Anda.

Selain itu, Anda sebetulnya juga dapat memenuhi asupan vitamin B1 harian lewat makanan yang sehat dan bergizi, seperti:

– Kacang polong
– Sayur bayam
– Biji-bijian
– Daging dan ikan
– Gandum utuh
– Produk susu
– Sereal sarapan yang diperkaya dengan tiamin

Semakin cepat gejala penyakit beri-beri dideteksi dan ditangani, maka semakin besar peluang kesembuhannya. Ya, ini termasuk juga kerusakan saraf dan jantung akibat beri-beri sangat bisa dipulihkan jika dideteksi lebih awal.